Sabtu, 05 Juni 2010

senyum indonesia

Senyum Indonesia

http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:4zfTeYTPwwt2iM:http://www.bakohumas.depkominfo.go.id/images/news/Thumb600x.jpg

Kamis, 03 Juni 2010

Siapakah yang harus kita hormat?

Ada sebuah nasehat lama yang berbunyi :

“Lebih baik sedikit barang dengan disertai takut akan TUHAN, daripada banyak harta dengan diseratai kecemasan”

Pada saat sekarang ini kita sering mendengar diberita banyak sekali orang-orang yang bertugas dipemerintahan ditahan karena kasus korupsi..

Betulkah mereka membutuhkan banyak barang untuk mengisi rumahnya?

Tidakkah mereka takut akan TUHAN?

Tidakkah mereka cemas akan perbuatan mereka yang salah?

Tidakkah mereka pernah mendengar nasihat tua ini?

Banyak orang yang hobi mengisi seluruh isi rumahnya dengan peralatan-peralatan mewah yang berguna untuk membuat dirinya nyaman, dan dia bisa merasakan kesenangan dunia, tapi mereka tidak tahu dengan melakukannya banyak orang lain yang dirugikan dan harus bersusah-susahan untuk mendapatkan istirahat yang nyaman.

Mereka berusaha mengumpulkan harta di bumi, tapi mereka membuat harta mereka disorga berkurang. Banyak hal yang mereka lakukan untuk memperkaya diri, tapi sedikit hal yang mereka lakukan untuk memperkaya iman mereka.

Orang yang tidak pernah cukup akan apa yang mereka sudah miliki akan melakukan apa saja bahkan melakukan yang dilarang oleh agama, karena mereka tidak pernah merasa cukup dan selalu kawatir akan hari esok. Tapi orang yang selalu berkecukupan mereka merasa bahagia akan apa yang mereka sudah miliki saat ini, dan tidak pernah mengkawatirkan hari esok.

Pernahkah kita belajar pada burung? Burung yang hanya bisa terbang dan berkicau, tidak mempunyai tangan diberikan TUHAN makanan. Mereka mencari makan ketika sudah saatnya untuk makan, tidak pernah mencari lebih buat esok, karena burung merasa cukup apa yang ada sekarang. Dalam hal kenyamanan sarang mereka membuatnya dengan berusaha sekuat tenaga mencari bahan sarangnya dari ranting-ranting lalu mereka tinggal dengan nyaman diatas pohon yang sangat tinggi. Mereka berkicau dipagi hari menandakan mereka tinggal dengan nyaman tanpa ada TV parabola, internet, ac, dan segala macam barang-barang mewah didalamnya. Didalam sarang itu hanya ada satu keluarga kecil burung yang sudah merasa cukup nyaman dengan isi sarangnya.

Tapi coba kita lihat didalam rumah orang yang suka mengumpulkan harata, dirumah mereka tidak ada rasa nyaman, bahkan isi rumah itu sudah diisi dengan segala peralatan mahal yang berguna membuat penghuni rumah itu nyaman, mereka tidak pernah puas akan kenyamanan rumah mereka, selalu saja ada yang kurang.

Tahukah kita sarang burung tidak beratap dan tidak berlantaikan keramik? Bisa dibilang sarang burung itu tidak waterproof akan basah jika terkena hujan, tapi akan cepat kering dengan langsung terkena matahari dan angin yang berasal dari bumi. Dan keesokkan harinya masih tetap berkicau dengan merdunya mengucapkan syukur pada TUHAN atas segala berkat yang sudah didapatkannya pada hari ini.

Pernahkah kita mengucap syukur untuk kaki yang diberikan TUHAN pada kita unutk berjalan, atau kita mau mobil mewah untuk berjalan?

Pernahkah kita mengucap syukur untuk kedua tangan yang lengkap untuk dapatv bekerja, atau kita membutuhkan pembantu untuk dapat mmelakukannya agar kita dapat duduk santai dan kita tinggal memberi perintah, dan jika kita kurang puas kita tinggal menggunakan mulut kita untuk marah dan membentak bawahan kita. Tidak pernah kita gunakan segala sesuatu yang ada pada diri kita untuk melayani TUHAN mu.

Takutkah kita akan ksesulitan dunia sehingga kita bekerja dengan menghalalkan segala cara untuk menghilangkan rasa takut kita?

Takutkah kita akan adanya hujan yang akan datang? Takutkah kita akan rasa panas dibumi? Panas didalam rumah kita?

Takutkah kita tidak bisa makan enak dengan kenyang untuk hari ini?

Takutkah kita untuk kelelahan berjalan menggunakan kaki kita?

Pernahkah kita merasa takut akan panasnya api neraka?

Pernahka kita merasa takut akan TUHAN atas segala apa yang kita lakukan di dunia ini?

Belajarlah kepada burung dalam kepuasan yang didapatkannya dan masih mengucap syukur akan apa yang sudah dimilikinya.

Good is good all the time

Siapakah yangh harus kita hormat?

Ada sebuah nasehat lama yang berbunyi :

“Lebih baik sedikit barang dengan disertai takut akan TUHAN, daripada banyak harta dengan diseratai kecemasan”

Pada saat sekarang ini kita sering mendengar diberita banyak sekali orang-orang yang bertugas dipemerintahan ditahan karena kasus korupsi..

Betulkah mereka membutuhkan banyak barang untuk mengisi rumahnya?

Tidakkah mereka takut akan TUHAN?

Tidakkah mereka cemas akan perbuatan mereka yang salah?

Tidakkah mereka pernah mendengar nasihat tua ini?

Banyak orang yang hobi mengisi seluruh isi rumahnya dengan peralatan-peralatan mewah yang berguna untuk membuat dirinya nyaman, dan dia bisa merasakan kesenangan dunia, tapi mereka tidak tahu dengan melakukannya banyak orang lain yang dirugikan dan harus bersusah-susahan untuk mendapatkan istirahat yang nyaman.

Mereka berusaha mengumpulkan harta di bumi, tapi mereka membuat harta mereka disorga berkurang. Banyak hal yang mereka lakukan untuk memperkaya diri, tapi sedikit hal yang mereka lakukan untuk memperkaya iman mereka.

Orang yang tidak pernah cukup akan apa yang mereka sudah miliki akan melakukan apa saja bahkan melakukan yang dilarang oleh agama, karena mereka tidak pernah merasa cukup dan selalu kawatir akan hari esok. Tapi orang yang selalu berkecukupan mereka merasa bahagia akan apa yang mereka sudah miliki saat ini, dan tidak pernah mengkawatirkan hari esok.

Pernahkah kita belajar pada burung? Burung yang hanya bisa terbang dan berkicau, tidak mempunyai tangan diberikan TUHAN makanan. Mereka mencari makan ketika sudah saatnya untuk makan, tidak pernah mencari lebih buat esok, karena burung merasa cukup apa yang ada sekarang. Dalam hal kenyamanan sarang mereka membuatnya dengan berusaha sekuat tenaga mencari bahan sarangnya dari ranting-ranting lalu mereka tinggal dengan nyaman diatas pohon yang sangat tinggi. Mereka berkicau dipagi hari menandakan mereka tinggal dengan nyaman tanpa ada TV parabola, internet, ac, dan segala macam barang-barang mewah didalamnya. Didalam sarang itu hanya ada satu keluarga kecil burung yang sudah merasa cukup nyaman dengan isi sarangnya.

Tapi coba kita lihat didalam rumah orang yang suka mengumpulkan harata, dirumah mereka tidak ada rasa nyaman, bahkan isi rumah itu sudah diisi dengan segala peralatan mahal yang berguna membuat penghuni rumah itu nyaman, mereka tidak pernah puas akan kenyamanan rumah mereka, selalu saja ada yang kurang.

Tahukah kita sarang burung tidak beratap dan tidak berlantaikan keramik? Bisa dibilang sarang burung itu tidak waterproof akan basah jika terkena hujan, tapi akan cepat kering dengan langsung terkena matahari dan angin yang berasal dari bumi. Dan keesokkan harinya masih tetap berkicau dengan merdunya mengucapkan syukur pada TUHAN atas segala berkat yang sudah didapatkannya pada hari ini.

Pernahkah kita mengucap syukur untuk kaki yang diberikan TUHAN pada kita unutk berjalan, atau kita mau mobil mewah untuk berjalan?

Pernahkah kita mengucap syukur untuk kedua tangan yang lengkap untuk dapatv bekerja, atau kita membutuhkan pembantu untuk dapat mmelakukannya agar kita dapat duduk santai dan kita tinggal memberi perintah, dan jika kita kurang puas kita tinggal menggunakan mulut kita untuk marah dan membentak bawahan kita. Tidak pernah kita gunakan segala sesuatu yang ada pada diri kita untuk melayani TUHAN mu.

Takutkah kita akan ksesulitan dunia sehingga kita bekerja dengan menghalalkan segala cara untuk menghilangkan rasa takut kita?

Takutkah kita akan adanya hujan yang akan datang? Takutkah kita akan rasa panas dibumi? Panas didalam rumah kita?

Takutkah kita tidak bisa makan enak dengan kenyang untuk hari ini?

Takutkah kita untuk kelelahan berjalan menggunakan kaki kita?

Pernahkah kita merasa takut akan panasnya api neraka?

Pernahka kita merasa takut akan TUHAN atas segala apa yang kita lakukan di dunia ini?

Belajarlah kepada burung dalam kepuasan yang didapatkannya dan masih mengucap syukur akan apa yang sudah dimilikinya.

Good is good all the time

What you can do with “The two things”?

What you can do with “The two things”?

Two hands

For clapping

Can we make a sound only with one hand?

Shaking hands with another

Can we make it deal with one hand for our business

Pray to our GOD

Did GOD teach us just to use one hand for pray, and the other hand to do something?

How about people who just have one hand?

To give a free warm hug for someone

And it become 4 hands not two hands anymore

To give and to take

Like Our Father who give His hand and our hand take His.

For playing instrument

Can we make a beautiful harmony if just one press the tuts?

Two eyes

to see the world without only one side of our eye, but two side: left world and right world. So the view will be balance.

Two feet

Our two feet, they work together to walk so we can go anywhere we want to go, not just one foot but two feet

Two kidney

Every day, a person’s kidneys process about 200 quarts of blood to sift out about 2 quarts of waste products and extra water. The kidneys are two vital organs that keep the blood clean and chemically balanced. It’s true that we still have two kidneys. But, one kidney it’s not good than two kidneys

Two people

God not create one man but with a women, it means GOD doesn’t want us the alone in this world.

Two ways

There’s always been two ways in this world.

Like the good way is follow or GOD, and the bad way is follow satan. So, which ways you want to choose?

So two is better than one

GOD is good all the time

Sabtu, 21 November 2009

MODEL dasar PROSES MOTIVASI:

MODEL dasar PROSES MOTIVASI:

  1. MODEL HOMEOSTASIS

FRUSTASI

Kebutuhan TingkahLaku Hambatan (internal & eksternal) Tujuan

Hambatan Frustasi

Akibat frustasi tergantung pada:

    • Motivasi
    • Ambang frustasi pengaruh PENDIDIKAN

Reaksi terhadap Frustasi:

· Gangguan penyesuaian diri

· Melarikan diri

· Mekanisme Pertahanan diri:

1. Agresi

2. Regresi

3. Represi

4. Substitusi

5. Displacement, dll

Teori Motivasi

Teori Isi : Profil kebutuhan yang dimiliki oleh eseorang yang mendasari perilakunya.

Teori Proses : Proses yang terjadi dalam pikiran seseorang yang pada akhirnya membua orang menampilkan tingkah laku.

Teori Hierarkhi Kebutuhan (Maslow) (1)

Kebutuhan fisiologis :

  • Kebutuhan yang paling bawah
  • Dorongan kuat pada diri manusia untuk survive (makan, minum& oksigen)

Kebutuhanakan rasa aman :

  • Standar hidup, jaminan, takut kehilangan pekerjaan

Kebutuhansosial :

  • Kebutuhan untuk dicintai & mencintai
  • Merasa bagian dari suatu kelompok (diterima disuatu kelompok)
  • Persahabatan & keakraban

Kebutuhan akan harga diri :

  • Cukup dipandang
  • Memberikan kontribusi pada orang lain
  • Status& penghargaan

Kebutuhan untuk mewujudkan diri :

  • Perasaan bahwa pekerjaan yang dilakukan menghasilkan prestasi (sense of accomplishment)

Teori dua Faktor (HERZ BERG)

Hygiene factors :

  • Faktor yang berhubungan dengan konteks pekerjaan (job context – tidak berkaitan dengan pekerjaan itu sendiri)

Motivators :

  • Faktor yang berhubungan isi pekerjaan (job content-langsung berkaitan dengan pekerjaan itu sendiri )

Teori motivator - Hygiene dari HerzBerg

Motivator

Tidak puas

Pekerjaan tidak menawarkan

Prestasi

Pengakuan

Pekerjaan yang merangsang

Tanggung jawab

Serta kemajuan

Puas

Pekerjaan menawarkan

Prestasi

Pengakuan

Pekerjaan yang merangsang

Tanggung jawab

Serta kemajuan

Factor factor hygiene

Ketidakpuasan

Pekerjaan dengan administrasi dan kebijaksanaan

Perusahaan yang kurang

Gaji, hubungan antar perorangan dengan supervisor dan kondisi kerja

Tidak ada ketidakpuasan

Pekerjaan dengan administrasi dan kebijaksanaan

Perusahaan yang baik

Gaji, hubungan antarperorangan dengan supervisor dan kondisi kerja

Teori dua Faktor (HERZBERG)

Hygiene factors (dissatisfiers):

  • Gaji,
  • Rasa Aman
  • Status
  • Kondisi lingkungan kerja
  • Hubungan dengan Pengawas
  • Kebijakan Perusahaan
  • Hubungan dengan Rekan

Motivators (Satisfiers) :

  • Prestasi
  • Pengakuan
  • Tanggung jawab
  • TantanganKerja
  • Peningkatan
  • Keterlibatan
  • Kesempatan berkembang

3 Motif Sosial (Mc. Cleland)

@ Motif untuk Berprestasi (Desireto do something better or more efficiently , to solve problems, or to master complex tasks ) :

  • Melakukan sesuatu secara lebih baik dari pada yang dilakukan orang lain
  • Mencapai (kalau bisa melebihi) ukuran keberhasilan yang ditetapkan sendiri
  • Mencapai hal yang unik& luar biasa
  • Orientasi & pikiran tentang masa depan

MOTIF BERPRESTASI (PERILAKU)

Mengambil tanggung jawab pribadi

Mencari feedback

Memilih resiko moderat (ada unsure tantangan, namun masih mungkin untuk dilaksanakan)

Melakukan sesuatu dengan cara baru

@ Motif untuk Bersahabat (desire to establish and maintain friendly and warm relations withot her persons):

  • Apakah disukai & diterima oleh orang lain atau suatu kelompok dan ingin menjalin persahabatan
  • Rasa cemas terthadap putusnya hubungan pribadi yang baik
  • Perhatian terhadap kejadian yang mengandung kehangatan social

MOTIF BERSAHABAT (PERILAKU)

Lebih suka berada bersama orang lain dari pada sendiri

Sering berhubungan dengan orang lain

Memperhatikan hubungan pribadi dari pada tugas dalam pekerjaannya

Melakukan pekerjaan secara lebih efektif apabila bekerja bersama orang lain (suasana kooperatif )

@ Motif untuk Berkuasa (desire to contro lother persons, to influence their behavior, to be responsible for other people) :

  • Melakukan perbuatan yang dapat menunjukkan pengaruh atau kekuasaan (mengarahkan, menolong tanpa diminta, mempengaruhi orang lain)
  • Melakukan sesuatu yang mengakibatkan timbulnya perasaan sangat positif atau negatif
  • Banyak menaruh perhatian terhadap nama baik atau kedudukan
  • Bawahan menjadi inovatif, tantangan, perencanaan

MOTIF BERKUASA (PERILAKU)

Sangat aktif dalam menentukan arah kegiatan organisasi

Sangat peka terhadap struktur pengaruh antar pribadi dalam kelompok (organisasi)

Menyukai hal yang menunjukkan status (prestise)

Berusaha untuk menolong orang lain walaupun tidak diminta

ORGANISASI DAN MANAJEMEN

ORGANISASI DAN MANAJEMEN

Gambaran dan penjelasan proses motivasi menurut Gibson dan kawan-kawan :

Orang hidup dibebani dengan berbagai macam kebutuhan. Demi mempertahankan kelangsungan hidup, orang berupaya memenuhi berbagai macam kebutuhannya. Kebutuhan yang tidak terpenuhi, menyebabkan orang mencari jalan untuk menurunkan tekanan yang timbul dari rasa tidak senang. Maka orang memilih suatu tindakan dan terjadilah perilaku yang diarahkan untuk mencapai tujuan. Sesudah lewat beberapa waktu, para manajer menilai prestasi kerja tersebut. Evaluasi penampilan menelurkan beberapa jenis ganjaran, imbalan atau hukuman. Hasil ini dipertimbangkan oleh orang tersebut, dan kebutuhan yang tidak terpenuhi, dinilai kembali selanjutnya ini menggerakkan proses dan pola lingkaran dimulai lagi.

1. Kebutuhan karyawan yang tidak dipenuhi

2. Karyawan mencari jalan untuk memenuhi kebutuhan

3. Perilaku karyawan yang berorientasi pada tujuan

4. Hasil karya karyawan (evaluasi dari tujuan yang tercapai)

5. Imbalan atau hukuman bagi karyawan

6. Kebutuhan karyawan yang tidak terpenuhi dinilai kembali oleh karyawannya (back to no. 1)

Penjelasan tentang Hierarkhi kebutuhan menurut Maslow :

Teori ini dikemukakan oleh Abraham Maslow tahun 1943. Teori ini juga merupakan kelanjutan dari Human Science Theory Elton Mayo (1880-1949) yang menyatakan bahwa kebutuhan dan kepuasaan seseorang itu jamak yaitu kebutuhan biologis dan psikologis berupa material dan non-material.

Pada teori ini dijelaskan bahwa kebutuhan manusia dapat disusun secara hierarkhi. Kebutuhan paling atas menjadi motivator utama jika kebutuhan tingkat bawah semua sudah terpenuhi. Jadi dapat dikatakan jika satu kebutuhan dipenuhi, langsung kebutuhan tersebut diganti oleh kebutuhan lain. Makin tinggi tingkat kebutuhan, makin tidak penting ia untuk mempertahakan hidup dan makin lama pemenuhan dapat ditunda

Dasar dari teori hierarkhi kebutuhan yang dikembangkan Maslow, yaitu :

a.Manusia adalah makhluk sosial yang berkeinginan. Ia selalu menginginkan lebih banyak. Keinginan ini terus-menerus, baru berhenti jika akhir hayatnya tiba.

b.Suatu kebutuhan yang telah dipuaskan tidak menjadi alat motivasi bagi pelakunya, hanya kebutuhan yang belum terpenuhi yang menjadi alat motivasi.

c. Kebutuhan manusia tersusun menurut hirarki tingkat pentingnya kebutuhan.

Kebutuhan manusia oleh Maslow diklasifikasikan atas lima jenjang yang secara mutlak harus dipenuhi menurut tingkat jenjangnya. Masing-masing tingkat dijelaskan sebagai berikut :

1 .Physiological Needs (Kebutuhan Fisiologis)Kebutuhan ini merupakan kebutuhan mempertahankan hidup dan bukti yang nyata akan tampak dalam pemenuhannya atas sandang, pangan dan papan. Bagi karyawan, kebutuhan akan gaji, uang lembur, hadiah-hadiah dan fasilitas lainnya seperti rumah, kendaraan dll. Menjadi motif dasar dari seseorang mau bekerja, menjadi efektif dan dapat memberikan produktivitas yang tinggi bagi organisasi.

2. Safety and Security needs (Kebutuhan akan rasa aman)

Kebutuhan ini mengarah kepada rasa keamanan, ketentraman dan jaminan seseorang dalam kedudukannya, jabatan-nya, wewenangnya dan tanggung jawabnya sebagai karyawan. Dia dapat bekerja dengan antusias dan penuh produktivitas bila dirasakan adanya jaminan formal atas kedudukan dan wewenangnya. Manifestasinya dapat terlihat pada kebutuhan akan keamanan jiwa, keamanan harta, perlakuan yang adil, pensiun dan jaminan hari tua.

3. Affiliation or Acceptance Needs (Kebutuhan sosial)Kebutuhan akan kasih sayang dan bersahabat (kerjasama) dalam kelompok kerja atau antar kelompok. Kebutuhan akan diikutsertakan, mening-katkan relasi dengan pihak-pihak yang diperlukan dan tumbuhnya rasa kebersamaan termasuk adanya sense of belonging dalam organisasi. Kebutuhan sosial ini merupakan kebutuhan yang paling penting untuk diperhatikan segera setelah kebutuhan rasa aman dan kebutuhan psikologis sudah terpenuhi.

4. Esteem or Status or Egoistic Needs (Kebutuhan akan harga diri)Esteem or Status or Egoistic Needs adalah kebutuhan akan penghargaan diri, pengakuan serta penghargaan prestise dari karyawan dan masyarakat lingkungannya. Prestise dan status dimanifestasikan oleh banyak hal yang digunakan sebagai simbol status. Misalnya, memakai dasi untuk membedakan seorang pimpinan dengan anak buahnya dan lain-lain.

5. Self Actuallization (Kebutuhan untuk mewujudkan diri)Self Actuallization adalah kebutuhan aktualisasi diri dengan menggunakan kecakapan, kemampuan, ketrampilan, dan potensi optimal untuk mencapai prestasi kerja yang sangat memuaskan atau luar biasa yang sulit dicapai orang lain. Kebutuhan aktualisasi diri berbeda dengan kebutuhan lain dalam dua hal, yaitu :

1.Kebutuhan aktualisasi diri tidak dapat dipenuhi dari luar. Pemenuhannya hanya berasarkan keinginan atas usaha individu itu sendiri

2.Aktualisasi diri berhubungan dengan pertumbuhan seorang individu. Kebutuhan ini berlangsung terus-menerus terutama sejalan dengan meningkatkan jenjang karier seorang individu.

Dari uraian di atas, teori hierarkhi kebutuhan mempunyai kebaikan dan kelemahan, sebagai berikut :

Kebaikannya :

1. Teori ini memberikan informasi bahwa kebutuhan manusia itu jamak (material dan non-material) dan bobotnya bertingkat-tingkat pula.

2. Manajer mengetahui bahwa seseorang berperilaku atau bekerja adalah untuk dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan (material dan non-material) yang akan memberikan kepuasaan baginya.

3. Kebutuhan manusia itu berjenjang sesuai dengan kedudukan atau sosial ekonominya. Seseorang yang berkedudukan rendah (sosial ekonomi lemah) cenderung dimotivasi oleh material, sedang orang yang berkedudukan tinggi cenderung dimotivasi oleh non-material.

4. Manajer akan lebih mudah memberikan alat motivasi yang paling sesuai untuk merangsang semangat bekerja bawahannya.

Kelemahannya :

Menurut teori ini kebutuhan manusia itu adalah bertingkat-tingkat atau hierarkhis, tetapi dalam kenyataannya manusia menginginkan tercapai sekaligus dan kebutuhan itu merupakan siklus, seperti lapar-makan-lapar lagi-makan lagi dan seterusnya.

Penjelasan 3 konsep penting menurut Victor Vroom dalam teori proses :

Pada tahun 1964, Victor Vroom mengemukakan teori harapan ( Expectancy Theory ). Menurut teori ini, Individu diasumsikan sebagai pembuat keputusan yang rasional yang mengevaluasi alternatif tindakan dimana masing-masing alternatif akan berkaitan dengan penghargaan yang diharapkan individu menilai informasi yang tersedia bagi mereka dan membuat keputusan menurut nilai konsekuensi dan kemungkinan pribadi untuk mencapai apa yang mereka sukai. Dalam istilah praktis, teori pengharapan menyatakan bahwa seorang karyawan di motivasi untuk menjalankan tingkat upaya yang tinggi bila ia meyakini upaya akan menghantar ke suatu penilaian kinerja yang baik.

Teori ini didasarkan atas 3 konsep yaitu :

· Harapan ( Expectancy )Istilah ini berkenaan dengan pendapat mengenai kemungkinan subyektif bahwa perilaku tertentu akan diikuti oleh hasil tertentu. Yakni ; sesuatu kesempatan yang diberikan terjadi karena perilaku. Harapan mempunyai nilai yang berkisar 0, yang menunjukkan tidak ada kemungkinan bahwa sesuatu hasil akan muncul sesudah perilaku tertentu, sampai angka 1 yang menunjukkan kepastian bahwa hasil tertentu akan mengikuti suatu perilaku. Harapan dinyatakan dalam probabilitas.

· Nilai atau valensi ( Valence ) Istilah ini bekenaan dengan preferensi hasil sebagaimana yang dilihat oleh individu. Misalnya, orang mungkin memilih kenaikan upah 5 persen daripada dipindahkan ke departemen baru; atau dipindahkan ke tempat dengan fasilitas baru. Suatu hasil mempunyai valensi positif apabila dipilih dan lebih disenangi dan mempunyai valensi negatif apabila tidak dipilih. Suatu hasil mempunyai valensi 0 apabila orang acuh tak acuh mendapatkannya tau tidak. Konsep valensi berlaku bagi hasil tingkat pertama dan tingkat kedua. Misalnya seseorang mungkin memilih menjadi seseorang yang tinggi prestasi kerjanya (hasil tingkat pertama) karena ia berpendapat bahwa ini akan menyebabkan kenaikan upah (hasil tingkat kedua).

· Pertautan ( Instrumentality ) Ini merupakan persepsi dari individu bahwa hasil tingkat pertama akan dihubungkan dengan hasil tingkat kedua. Vroom mengemukakan bahwa pertautan dapat mempunyai nilai yang berkisar antara -1 yang menunjukkan persepsi bahwa tercapainya tingkat kedua adalah pasti tanpa hasil tingkat pertama, dan tidak mungkin timbul dengan tercapainya hasil tingkat pertama, dan +1 yang menunjukkan bahwa hasil tingkat pertama itu perlu dan sudah cukup untuk menimbulkan hasil tingkat kedua. Karena hal ini menggambarkan suatu gabungan atau asosiasi; maka instrumentality dapat dipikirkan sebagai pertautan atau korelasi.

Berdasarkan 3 konsep tersebut Victor Vroom membuat sebuah formula untuk menggambarkan hubungan antara ketiga konsep tersebut.

Formula : M = E x I x V

Keterangan:

M = Motivation

E = Expectancy : probabilitas suatu usaha akan memberikan hasil tertentu (0 ÷ 1)

I = Instrumentality : probabilitas tercapainya performance akan membawa kepada outcomes tertentu (0 ÷ 1)

V = Valence : nilai suatu hasil yang ingin/tidak ingin dicapai oleh individu (-1 ÷ +1)

Penjelasan 4 komponen penting dalam teori keadilan dan hubungannya :
Prinsip teori keadilan ialah bahwa seseorang akan merasa puas atau tidak puas tergantung apakah ia merasakan adanya keadilan atau tidak atas sesuatu atau faktor tertentu.

Hal ini didasarkan tindakan keadilan diseluruh lapisan serta obyektif di dalam lingkungan perusahaannya. Faktor utama motivasi kerja adalah evaluasi individual terhadap keadilan penghargaan yang diterima. Stoner, sebagai pencetus teori ini, berpendapat bahwa harus ada perbandingan yang memadai antara input - output. Menurutnya, seseorang anggota organisasi akan lebih memotivasi dirinya jika rasio input - output yang dimiliki sama dengan rasio input - output yang dimiliki anggota lain. Dengan demikian persepsi anggota organisasi terhadap keadilan peraturan organisasi (procedural juctice) dalam membagi imbalan menjadi sangat penting.

Ada empat komponen utama teori keadilan, yaitu:

1.Orang (person) : individu yang mendapatkan keadilan atau ketidakadilan.

2.Perbandingan dengan orang lain (comparison other) : Orang yang digunakan sebagai pembanding terhadap ratio input dan pendapatan.

3.Masukan (input) : Karakteristik individual yang dibawa serta oleh orang ke pekerjaan mereka (misalnya: Keterampilan, pengalaman, dan lain-lain)

4.Perolehan (outcomes) : Sesuatu yang diterima oleh orang sebagai hasil pekerjaan (misalnya: gaji, insentif, dan lainlain)

Keadilan merupakan daya penggerak yang memotivasi semangat kerja seseorang, jadi atasan harus bertindak adil terhadap semua bawahannya. Penilaian dan pengakuan mengenai prilaku bawahan harus dilakukan secara objektif (baik atau salah), bukan atas suka atau tidak (like or dislike). Pemberian kompensasi atau hukuman harus berdasarkan atas penilaian yang objektif dan adil. Jika prinsip keadilan ini dapat diterapkan dengan baik oleh pimpinan maka semangat kerja bawahan akan cenderung meningkat.

Penjelasan tentang teori pengukuhan :

Teori ini didasarkan atas hubungan sebab dan akibat dari perilaku dengan pemberian konpensasi. Misalnya promosi seorang karyawan itu tergantung dari prestasi yang selalu dapat dipertahankan. Sifat ketergantungan tersebut bertautan dengan hubungan antara perilaku dan kejadian yang mengikuti perilaku tersebut.

Teori pengukuhan ini terdiri dari dua jenis, yaitu :

1.Pengukuhan Positif (Positive Reinforcement)

Pengukuhan positif (positif reinforcement) terjadi apabila suatu stimulus (benda/kejadian) dihadirkan/terjadi sebagai akibat/konsekuensi dari suatu perilaku dan bila karenanya keseringan munculnya perilaku tersebut meningkat/terpelihara. Misalnya, seorang pengemis datang meminta-minta, kita memberinya seribu rupiah. Maka pengemis ini esok akan datang kembali kepada kita.

Stimulus yang terjadi/dihadirkan mengikuti/menjadi konsekuensi perilaku dan menyebabkan perilaku berulang/terpelihara, hal itulah yang disebut pengukuh positif (positif reinforcer) uang, makanan, dan lain sebagainya disebut pengukuh positif apabila penyajiannya meningkatkan kemungkinan berulangnya suatu perilaku.

Dalam penerapan mosifikasi perilaku pengukuh tidak dibiarkan terjadi secara alamiah (natural consequence) tetapi diatur sedemikian rupa agar menjadi konsekuensi tindakan/perilaku yang ingin ditingkatkan atau dipelihara

.2.Pengukuhan Negatif (Negative Reinforcement)

Maksud dari pengukuhan negatif ialah meningkatnya kemungkinan berulangnya kejadian perilaku disebabkan terhindarnya dari atau dihilangkannya sistem yang tidak menyenangkan sebagai konsekuensi perilaku tersebut. Jadi, suatu perilaku mendapat pengukuhan negatif apabila perilaku itu meningkat atau terpelihara karena berasosiasi dengan hilangnya atau berkurangnya suatu stimulus.

Pengukuhan negatif ini adalah kejadian umum. Manusia belajar berbagai perilaku karena dalam pengalaman hidupnya perilaku-perilaku tersebut dikukuhkan oleh hilangnya atau berkurangnya stimuli aversif. Pengukuh negatif juga bermacam-macam bentuknya. Segala hal yang tidak menyenangkan secara potensial dapat menjadi pengukuh negatif.

Kelemahan Penggunaan Pengukuhan Negatif :

1.Harus disajikannya stimulus aversif yang seringkali tidak menyenangkan bagi penyaji sendiri.

2. Bila penyajian pengukuh positif berulangkali dapat menimbulkan kejenuhan atau kekenyangan, penyajian pengukuh negatif berulangkali dapat menghilangkan daya aversifnya.

3. Reaksi terhadap pengukuh negatif tidak selalu berupa perilaku sasaran. Berbagai alternatif perilaku dapat timbul sebab tujuannya ialah menghindari stimulus aversif yang mengenainya. Reaksi tersebut dapat berupa agresi atau emosi yang tidak konstruktif terhadap pemberi pengukuh maupun terhadap suasana dimana stimuli aversif disajikan.

4. Bila pengukuhan negatif dipakai di sekolah, maka pada anak akan tertanam asosiasi sekolah dengan hal-hal yang aversif. Pengukuhan negatif dapat membentuk hubungan antar penerima dengan pemberi, dan antara penerima dengan lingkungan menjadi jelek.

5. Usaha menghindari stimulus aversif dapat menimbulkan kecemasan yang bila keterlaluan dapat sampai ke penyimpangan perilaku yang lebih parah (seperti: neurosis, psikosomatis, dll).

Jadi pengukuhan selalu berhubungan dengan betambahnya frekuensi dan tanggapan, apabila diikuti stimulus yang bersyarat. Demikian juga prinsip hukuman (punishment) selalu berhubung dengan berkurangnya frekuensi tanggapan, apabila tanggapan (respons) itu diikuti oleh rangsangan yang bersyarat.